
Pernah mendengar nasihat bahwa makan malam setelah jam 8 malam bikin gemuk? Anggapan ini cukup populer, terutama di kalangan orang yang sedang menjalani diet atau berusaha menurunkan berat badan. Karena itu, sebagian orang memilih menahan lapar meskipun baru selesai bekerja atau beraktivitas pada malam hari.
Namun, apakah benar angka di jam dinding bisa menentukan seseorang menjadi gemuk?
Faktanya, waktu makan memang dapat berkaitan dengan pola makan dan metabolisme, tetapi kenaikan berat badan tidak hanya ditentukan oleh makan setelah jam 8 malam. Jumlah kalori, jenis makanan, porsi, aktivitas fisik, serta kebiasaan sehari-hari juga memiliki peran penting. Berikut penjelasan mitrasehat dibawah ini.
Mengapa Makan Setelah Jam 8 Sering Dianggap Bikin Gemuk?
Anggapan tersebut kemungkinan muncul karena malam hari sering menjadi waktu ketika seseorang mengonsumsi makanan tambahan. Setelah makan malam, misalnya, seseorang masih ngemil sambil menonton televisi, bermain ponsel, atau bekerja.
Camilan seperti keripik, gorengan, makanan cepat saji, kue, cokelat, atau minuman manis dapat menambah asupan energi harian tanpa terasa.
Jadi, masalahnya belum tentu terletak pada jam 8 malam, tetapi pada kebiasaan makan yang sering menyertainya.
Jika seseorang makan malam pukul 20.30 dengan porsi yang wajar dan kebutuhan energinya tetap terpenuhi secara seimbang, situasinya tentu berbeda dengan orang yang makan malam sekaligus mengonsumsi banyak camilan tinggi kalori setelahnya.
Apakah Makan Malam Langsung Diubah Menjadi Lemak?
Tidak sesederhana itu. Tubuh terus menggunakan dan menyimpan energi sesuai kebutuhan. Berat badan dalam jangka panjang dipengaruhi oleh keseimbangan antara energi yang masuk melalui makanan dan minuman dengan energi yang digunakan tubuh.
Artinya, makan pada malam hari tidak otomatis membuat seluruh makanan berubah menjadi lemak.
Namun, makan larut malam dapat menjadi masalah apabila membuat total asupan energi harian menjadi berlebihan. Misalnya, seseorang sudah makan cukup sepanjang hari, kemudian menambahkan makanan dalam jumlah besar pada malam hari tanpa memperhitungkan kebutuhan tubuh.
Lalu, Apakah Waktu Makan Tidak Penting?
Bukan berarti waktu makan sama sekali tidak berpengaruh. Pola makan yang terlalu larut atau tidak teratur dapat berkaitan dengan kebiasaan makan yang kurang sehat pada sebagian orang.
Selain itu, makan dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang merasa terlalu kenyang atau tidak nyaman saat berbaring.
Karena itu, dibandingkan menetapkan aturan kaku seperti “tidak boleh makan setelah jam 8”, lebih baik memperhatikan pola makan secara keseluruhan.
Jika memang lapar pada malam hari, pilih makanan dengan porsi yang sesuai dan tetap memperhatikan kualitasnya.
Apa yang Sebaiknya Dimakan Jika Lapar di Malam Hari?
Jika lapar setelah jam 8 malam, Anda tidak harus memaksakan diri untuk tidur dalam kondisi sangat lapar. Pilihan makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- Buah dalam porsi secukupnya
- Yogurt tanpa tambahan gula berlebihan
- Telur
- Sayuran
- Kacang-kacangan dalam porsi kecil
- Makanan berprotein dengan porsi yang sesuai
Yang perlu diperhatikan adalah jumlah dan kandungan makanan. Jangan sampai camilan kecil berubah menjadi makan malam kedua dengan porsi besar.
Bagaimana Jika Baru Pulang Kerja Setelah Jam 8?
Tidak semua orang memiliki jadwal aktivitas yang sama. Pekerja shift, karyawan dengan jam kerja panjang, mahasiswa, atau orang yang memiliki aktivitas malam mungkin baru memiliki kesempatan makan setelah pukul 20.00.
Dalam kondisi seperti ini, melewatkan makan hanya karena takut gemuk bukan selalu pilihan yang tepat.
Lebih penting mengatur menu dan porsinya. Pilih makanan yang cukup mengenyangkan, mengandung protein dan sumber serat, serta tidak berlebihan dalam gula, lemak, atau jumlah porsinya.
Dengan begitu, makan malam tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang teratur.
Hindari Kebiasaan Ini Setelah Makan Malam
Jika sedang menjaga berat badan, ada beberapa kebiasaan malam yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, hindari makan sambil melakukan aktivitas yang membuat Anda tidak sadar terhadap jumlah makanan yang dikonsumsi. Menonton film sambil menghabiskan camilan dalam jumlah besar merupakan salah satu contohnya.
Kedua, perhatikan minuman. Kopi susu, minuman bersoda, teh manis, atau minuman dengan tambahan gula dapat memberikan asupan energi tambahan.
Ketiga, jangan menganggap makanan “ringan” selalu rendah kalori. Beberapa camilan dalam kemasan dapat dikonsumsi dalam jumlah banyak tanpa terasa.
Jadi, Apakah Makan Setelah Jam 8 Bikin Gemuk?
Kesimpulannya, makan malam setelah jam 8 tidak otomatis membuat seseorang gemuk. Kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan pola makan dan keseimbangan energi secara keseluruhan daripada satu batas waktu tertentu.
Jika Anda lapar pada malam hari, tidak perlu langsung merasa bersalah. Perhatikan jenis makanan, ukuran porsi, frekuensi makan, serta kebiasaan ngemil setelahnya.
Daripada berfokus hanya pada angka di jam, lebih baik membangun pola makan yang realistis dan dapat dilakukan secara konsisten. Pola seperti ini biasanya jauh lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
FAQ
1. Apakah makan malam setelah jam 8 malam pasti membuat gemuk?
Tidak. Makan setelah jam 8 tidak otomatis menyebabkan kegemukan. Faktor seperti total asupan energi, pilihan makanan, porsi, dan aktivitas fisik juga perlu diperhatikan.
2. Apakah boleh makan malam pukul 9 malam?
Boleh, terutama jika jadwal aktivitas memang membuat Anda baru bisa makan pada waktu tersebut. Pilih porsi yang sesuai dan makanan yang bergizi.
3. Apakah makan malam sebelum tidur berbahaya?
Makan dalam jumlah besar sangat dekat dengan waktu tidur dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Karena itu, perhatikan porsi dan beri jeda yang cukup sebelum tidur jika memungkinkan.
4. Apa makanan yang cocok jika lapar malam hari?
Pilihan dapat berupa buah, yogurt rendah gula, telur, sayuran, atau sumber protein lainnya dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan.
5. Lebih baik melewatkan makan malam agar cepat kurus?
Tidak selalu. Penurunan berat badan tidak ditentukan hanya dengan melewatkan satu waktu makan. Pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting.
6. Apa yang paling penting untuk menjaga berat badan?
Perhatikan keseimbangan pola makan, ukuran porsi, kualitas makanan, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kebiasaan sehari-hari secara konsisten.


Tinggalkan Balasan